Blog EntryGara2 come moon... jadi sebelMay 2, '08 1:10 AM
for everyone

Pagi2 hari ini  kebetulan lagi come moon... tilpun ke bos minta ijin cuti dengan alasan sesuatu hal....(abis masak cerita kalo lagi come moon?!)

tahu ngga jawabannya?

"Selamat menikmati hari kecepit ya....? selamat berweek-end panjang..."

Ohhh.. dikirain mau mbolos?... sebel!!!...emang harus aku tunjuki barang buktinya? gara2 ini dirumahpun aku jadi nggak mood sama sekali!

Sebel.... sebelllll...........sebel banget!


terbanglahlbhtinggi wrote on May 2, '08
tilpun ke bos minta ijin cuti dengan alasan sesuatu hal....(abis masak cerita kalo lagi come moon?!)
dia bilang "kecepit", pake huruf "c"? *bingung

Btw, daripada malah kena tuduhan yang nggak2 kaya di atas, lain kali bilang aja kalo lagi Haid. Atau kalaupun malu mengaku spt itu, bilang aja lo mau ambil hak cuti bulanan wanita. Dalam UU No.13 tahun 2003 ttg Ketenagakerjaan, setiap perempuan berhak mengklaim 1-2 hari cuti di luar annual leave dalam rangka Haid. Havent you know it yet?
terbanglahlbhtinggi wrote on May 2, '08
emang harus aku tunjuki barang buktinya?
Nggak lah, ada2 aja, hehehe.. Kalopun bos nggak percaya, sbg bukti adalah surat keterangan dokter -- bukan mbawa pembalut. Yikes! Hahhaa..

Dan btw, bukan "come moon", tapi "you got your period". Bos lo bule, kah? Kalo iya, malah bagus; karena mereka cenderung lebih ngerti soal hak2 pekerja. Dengan maupun tanpa UU Ketenagakerjaan. *grin
jsops wrote on May 2, '08
Saya koq lebih menuding karena kebiasaan kita untuk berkomunikasi , yang selalu cenderung berakibat tidak "terbukanya" semua permasalahan .(basa-basi yang kadang sering salah tempat)

Kita biasa terdorong untuk berpikir: "semoga orang akan mengerti maksud kita" . Padahal masyarakat madani/transparansi justru membutuhkan keterbukaan yang mutlak .

Mungkin lebih baik lain kali bilang saja terus terang "saya sedang haid" .
(jawaban yang tidak akan melahirkan berbagai pertanyaan..)

salam.
banuasmarani wrote on May 3, '08
Ya seharusnya memang begitu, tapi boss ini rada suka ngomong aneh2 gitu... jadi terpaksa pake bahasa isyarat....
banuasmarani wrote on May 3, '08
jsops said
Saya koq lebih menuding karena kebiasaan kita untuk berkomunikasi , yang selalu cenderung berakibat tidak "terbukanya" semua permasalahan .(basa-basi yang kadang sering salah tempat)

Kita biasa terdorong untuk berpikir: "semoga orang akan mengerti maksud kita" . Padahal masyarakat madani/transparansi justru membutuhkan keterbukaan yang mutlak .

Mungkin lebih baik lain kali bilang saja terus terang "saya sedang haid" .
(jawaban yang tidak akan melahirkan berbagai pertanyaan..)

salam.
Trima kasih Mas..., tapi kita didesa kebanyakan sudah memeluk perasaan "seia sekata"...jalias apa yang di"isyarat"kan pastilah lawan menangkap maksudnya..... jadi ngga suka "ces plang" gitu.... Tapi justru inilah yang malah menjebak miskomunikasi ya...?!
jsops wrote on May 3, '08, edited on May 3, '08
hihihi .. sebetulnaya bukan salah (orang2 di desa) , tapi perilaku orang kota lah yang sudah "nular" , nggak punya ungah-ungguh lagi :(
banuasmarani wrote on May 4, '08
Masak iya? malah aku ingin idup dikota yang semua "serba cuek" gitu... ngga kayak disini... tetangga diseberang lautpun, kentut sekali aja beritanya udah nyebar kemana-mana....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.